Senin, 28 Januari 2013

Penerapan Fungsi Manajemen Dalam Kasus Kehidupan Sehari-Hari.


 Kasus : Berangkat kuliah dari rumah menuju kampus.
-          Planning:
§  Menargetkan waktu jarak tempuh perjalanan dari rumah menuju kampus.
§  Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui.
§  Memeriksa kondisi kendaraan, apakah kondisi kendaraan tersebut memungkinkan untuk dikendarai atau tidak.
-          Organizing:
§  Memilih jalan yang tidak macet dan memiliki kondisi jalan yang baik agar dapat tiba dikampus sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.
§  Mempersiapkan uang untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ban bocor.
-          Actuating:
§  Berkendara dengan hati-hati dan mematuhi aturan-aturan lalulintas yang ada agar dapat terhindar dari  hal-hal yang tidak diingkan dan agar tiba dikampus dalam keadaan sehat wal a’fiat.
-          Controlling:
§  Setelah sampai di kampus, perhitungkan waktu perjalanan yang telah ditempuh tersebut apakah target tersebut tercapai atau tidak.
§  Memperkirakan dan membandingkan jalan yang telah ditempuh dengan beberapa jalan alternatif yang mungkin lebih efektif dan efisien di lain hari.



Fungsi Manajemen POAC


Manajemen dapat berarti pencapaian tujuan melalui pelaksanaan fungsi tertentu, tapi belum ada konsensus dan kesepakatan apa yang menjadi fungsi-fungsi  manajemen. Fungsi manajemen menurut George R. Terry yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling.

Berikut ini adalah pengertian dari fungsi manajemen yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:

·         Planning                : Penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
·         Organizing            : Pengelompokkan kegiatan untuk mencapai tujuan, termasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas, dan fungsinya.
·         Actuating             : Pelaksanaan rencana atau melaksanakan kerja.
·         Controlling           : Penemuan dan penerapan cara untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan, tindakan Controlling meliputi monitoring, evaluating, dan folllow up.

Minggu, 27 Januari 2013

Tugas 2 Ekonomi Koperasi: Reportase Koperasi


Berikut ini adalah hasil reportase sebuah koperasi yang berlokasi di daerah tebet. Koperasi ini didirikan sekitar bulan Juni tahun 2008. Menurut salah seorang pengurus koperasi yang diwawancarai, tujuan dari koperasi adalah membantu masyarakat yang membutuhkan seperti melakukan simpan pinjam dan menjadi penyedia dan penyalur kebutuhan sehari-hari. Syarat untuk menjadi seorang anggota koperasi yaitu mempunyai identitas diri yang jelas, memiliki penghasilan atau memiliki usaha seperti berdagang dan tentunya bertempat tinggal di daerah tebet. Dengan menjadi anggota koperasi maka akan memudahkan dalam melakukan simpan pinjam dimana dalam melakukan simpan pinjam akan dilakukan pendataan agar data yang telah ada tidak disalahgunakan, kemudian dengan menjadi anggota koperasi akan menimblkan rasa percaya antara anggota koperasi dengan petugas koperasi. Dalam melakukan peminjaman kepada koperasi maka koperasi ini menerapkan suku bunga yang dikenakan kepada para anggota koperasi yang meminjam sekitar 10% sampai 20%. Peminjaman dilakukan setelah anggota mengajukan permohonan pinjaman kepada koperasi melengkapi syarat yang telah ditentukan, seperti KTP dan surat ijin usaha. Selain itu koperasi menentukan besar atau kecilnya pinjaman dengan cara melihat penghasilan usaha dari si peminjam, kemudian disurvey oleh pengiris koperasi apakah layak diberikan pinjaman atau tidak, sesuai dengan kemampuan membayar dari si peminjam. Pada akhir perioda peminjam mendapatkan hasil atau laba dari pinjaman tersebut yang berasal dari bunga 10% sampai 20% yang telah ditentukan, kemudian sebagian dari bunga tersebut dimasukkan kedalam buku tabungan sebagai simpanan pokok yang biasanya akhir periode akan diberikan kepada peminjam. Salah satu keuntungan dalam melakukan peminjaman di koperasi, sang peminjam tidak perlu memberikan jaminan karena koperasi itu sendiri memiliki asas kekeluargaan dan asas kepercayaan. Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan dari hasil reportase koperasi di daerah tebet, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Sabtu, 26 Januari 2013

Praktek MSDM di Koperasi

Dalam praktek pengorganisasian koperasi juga terdapat unsur Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Karena dalam sebuah koperasi sendiri harus memiliki anggota 20 orang kemudian ada karyawan koperasi yang bekerja pada perusahaan koperasi dan menjalankan usaha koperasi, manajer koperasi yang memegang jabatan tertinggi dari semua koperasi dimana dia bekerja sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati, pengurus koperasi yang berasal dari anggota yang dipilih dalam rapat anggota sebagai kelompok orang yang ditugasi untuk mengurus koperasi dalam periode tertentu, pengawas, badan pembina dan dewan penasehat. Dalam prakteknya maka perlu diterapkan fungsi manajemen untuk mengoptimalkan dari MSDM koperasi tersebut. Beberapa fungsi manajemen yang banyak digunakan oleh para manajer yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling atau biasa disebut POAC yang dikemukakan oleh George R. Terry. Planning yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Misalnya dalam kegiatan organisasi koperasi adalah pembagian tugas untuk para karyawan koperasi. Organizing yaitu pengelompokkan kegiatan untuk mencapai tujuan. Misalnya dalam kegiatan organisasi koperasi adalah mengelompokkan masing-masing unit aktivitas dari koperasi tersebut. Actuating yaitu serangkaian kegiatan aktivitas untuk mencapai hasil target yang telah dibuat. Misalnya dalam kegiatan organisasi koperasi adalah melakukan kegiatan yang telah dibuat rencana sebelumnya. Controlling yaitu penerapan cara untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Misalnya dalam kegiatan organisasi koperasi adalah mengawasi kegiatan yang ada. 

Dan itulah praktek MSDM di Koperasi menurut saya dari sudut pandang fungsi manajemen POAC.

Koperasi Kredit

Koperasi kredit atau Credit Union atau biasa disingkat CU adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak di bidang simpan pinjam yang dimiliki dan dikelola oleh anggotanya, dan yang bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya sendiri.

Koperasi kredit lahir peertama kali sekitar pertengahan abad ke-19 di Jerman. Dimana pada saat itu terjadi revolusi industri yang terjadi karena buruh digantikan oleh tenaga mesin dan akibatnya pengangguran merajalela buruh semakin tak berdaya karena secara perorangan mereka lemah sekali. Kemudian Friedrich Willem Raiffesien berpendapat bahwa kaum miskin ini perlu segera ditolong. Maka beliau berseru kepada kaum hartawan untuk mengumpulkan dana untuk menolong kaum miskin itu, namun usahanya gagal seperti membagikan uang untuk modal dan membagikan roti . Lalu beliau berpendapat bahwa kesulitan si miskin hanya dapat diatasi dengan mengumpulkan uang dari si miskin itu sendiri dan kemudian meminjmkan uang itu kepada sesama mereka. Dan muncullah pemikiran koperasi kredit yaitu sekumpulan orang dalam suatu ikatan pemersatu yang bersepakat untuk menabungkan uangnya bersama-sama, sehingga tercipta modal, untuk dipinjamkan diantara mereka sendiri dengan jasa atau bunga yang layak untuk tujuan produktif atau kesejahteraan.

Koperasi kredit memiliki tiga prinsip utama yaitu:
  1. Asas swadaya yaitu dimana tabungan hanya di diperoleh dari anggota koperasi tersebut.
  2. Asas setia kawan yaitu dimana pinjaman hanya diberikan kepada anggota yg membutuhkan.
  3. Asas pendidikan dan penyadaran yaitu dimana jika kita berwatak baik maka akan diberikan pinjaman. Jadi termasuk juga mendidik dalam berperilaku. 

Sumber

Minggu, 20 Januari 2013

Manajemen Koperasi

Ilmu Manajemen adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dengan menggunakan bantuan / melalui orang lain. Yang dimaksud orang lain disini mempunyai arti yang sangat luas, karena dapat berupa bantuan dalam ujud pikiran, tenaga dan dapat pula intuisinya.
Menurut G. Terry, mendefinisikan bahwa :
“Manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan penggunaan suatu ilmu dan seni yang bersama-sama menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan”.



Menurut UU No. 25/1992, Koperasi didefinisikan sebagai:
“Badan usaha yang beranggotakan orang seorang, atau Badan Hukum Koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan”.

Moh. Hatta, mendefinisikan bahwa :
“Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong”.

Dengan demikian Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
Untuk mencapai tujuan Koperasi, perlu diperhatikan adanya sistim Manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil, yaitu dengan diterapkannya fungsi-fungsi Manajemen.

Fungsi-fungsi Manajemen menurut G Terry :
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Actuating (Penggerakan untuk bekerja)
d. Controlling (Pengawasan/Pengendalian)

Sumber

Anggaran Dasar Rumah Tangga Koperasi

Anggaran dasar koperasi merupakan sumber peraturan tata tertib bagi tertibnya organisasi koperasi dengan segala kegiatan usahanya. Degan kata lain, anggaran dasar koperasi adalah sebagai dasar formal bagi persetujuan atau kesepakatan para anggota untuk bekerja sama, yang merupakan fondasi setiap koperasi. Sedangkan Anggaran Rumah Tangga adalah merupakan aturan-aturan yang mengatur tentang tata tertib dan tata laksana kegiatan koperasi. Dalam anggaran dasar rumah tangga koperasi berisi tentang Nama Koperasi, Maksud dan tujuan, Kegiatan usaha, Syarat – syarat keanggotaan, Hak dan kewajiban serta tanggung jawab anggota, Pengurus dan Pengawas Koperasi, Rapat Anggota dan Keputusan Rapat Anggota, dan Pembagian SHU.

Sumber: http://viany6309.wordpress.com/2011/02/03/anggaran-dasar-dan-anggaran-rumah-tangga-koperasi/