Selasa, 26 Juni 2012

Legenda Putri Duyung


Salah satu misteri terbesar di dalam dunia Cryptozoology adalah makhluk setengah manusia setengah ikan yang disebut Mermaid atau putri duyung. Karena karakternya yang aneh, makhluk ini kemudian lebih sering dikaitkan dengan hal mistis ketimbang sains.


Mermaid adalah sebuah istilah yang diberikan kepada makhluk air yang memiliki tubuh dari pinggang ke atas seperti perempuan sedangkan pinggang ke bawah seperti seekor ikan. Walaupun kita hanya pernah mendengar makhluk ini dari sekumpulan dongeng, keberadaan makhluk ini bisa dilacak di dalam literatur hingga 2.000 tahun yang lalu.

Kata Mermaid berasal dari kata Mere yang berarti Laut (dalam bahasa Inggris kuno) dan kata Maid yang berarti perempuan. Jadi, makhluk yang disebut sebagai Mermaid adalah makhluk setengah manusia setengah ikan yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan yang berjenis kelamin pria disebut Merman.

Dalam dongeng, makhluk ini disebut suka duduk di atas batu di dekat pantai, bernyanyi, memegangi cermin sambil mengagumi kecantikannya sendiri. Nyanyiannya disebut mengandung kekuatan mistis sehingga manusia yang mendengarnya akan terpesona hingga tewas karena tenggelam.

Di Cornwall, Inggris, ada sebuah batu yang disebut sebagai batu Mermaid karena seekor Mermaid disebut pernah duduk di atas batu itu dan bernyanyi hingga menyebabkan seorang nelayan lokal bernama Matthew Trawella tewas karenanya.

Dugong dan Manatee

Kebanyakan peneliti tentu saja menganggap keberadaan makhluk-makhluk seperti Mermaid sebagai hoax. Sebagian lain menganggapnya sebagai salah identifikasi. Tersangkanya yang paling utama adalah hewan yang masuk ke dalam golongan Sirenian, makhluk air herbivora yang berdiam di sungai dan laut.

Dua makhluk yang tergolong ke dalam Sirenian diantaranya adalah Dugong dan Manatee. Kedua makhluk ini memiliki adaptasi yang luar biasa di dalam laut. Walaupun terlihat gemuk, namun dalam beberapa pose, makhluk ini bisa dikira sebagai Mermaid. Misalnya, ketika mereka menyusui bayi, mereka akan menggendongnya di dada sehingga bisa dikira sebagai dada seorang wanita oleh para saksi yang menyaksikannya dari kejauhan.




Dugong



Manatee

Walaupun sepertinya banyak yang sepakat dengan identitas Manatee atau Dugong sebagai Mermaid, namun, ketika kita meneliti catatan sejarah, kita bisa menemukan berbagai kesaksian yang sepertinya mengkonfirmasi perjumpaan dengan makhluk yang benar-benar serupa mermaid atau merman (bukan Dugong atau Manatee).
sumber:http://xfile-enigma.blogspot.com/201...an-merman.html

The Mystery Sea Serpent

 

Gempar di pangkalan pemburu paus
Tahun 1937, para pemburu paus di pangkalan Naden, Charlote Island gempar dengan ditemukannya seekor hewan dalam Paus Sperma buruan mereka. Karena takjub, mereka menaruh jasad hewan sepanjang 3m tersebut dan menaruhnya di atas peti-peti lalu memfotonya puluhan kali. Paus Sperma (sperm whale) kadang menelan makhluk lain. Bahkan tercatat pernah ditemukan bangkai giant squid sepanjang 10m didalam Sperm Whale sepanjang 14m. Bukan tempat ditemukannya makhluk itu yang mengejutkan mereka, tapi bentuk makhluk itu. Cadborosaurus pernah diperoleh pada tahun 1937. Makhluk ini ditemukan di perut seekor ikan paus yang ditangkap di perlabuhan Naden di Charlotte Island.
jasad makhluk tersebut dikirimkan ke Royal BC Museum Victoria, dan justeru di museumlah dinyatakan hilang....kesengajaankah ? sebab secara teori tak mungkin item yang penting dan mengandung misteri, yang biasanya justru bisa jadi daya tarik utama pengunjung, dibiarkan hilang.

Pengakuan atas Caddy
Pada tahun 1992 Ed Bousfield, yang pensiun dari Royal Ontario Museum, Toronto dan Royal BC Museum di Victoria, bersama dengan Paul LeBlond, profesor jurusan Oeanography, Universitas BC, Vancouver membuat pengumuman yang mengejutkan para ahli biologi : mereka diam-diam telah berhasil memperoleh foto-foto tua dari 'Naden Carcass' 1937. Kejadian ini membangkitkan minat para cryptozoolog terhadap keberadaan makhluk ini. Ed Bousfield dan Paul Le Blond pun dalam satu jurnal memberikan nama pada makhluk ini : Cadborosaurus Wilsi, sp.. Cadboro berasal dari lokasi dimana kesaksian akan keberadaan cadborosaurus (yang belakangan disebut 'Caddy') pertama kali dilaporkan. Saurus karena Ed dan Paul meyakini hewan ini berkaitan dengan Plesiosaurus. Wilisi berasal dari Wilis, salah satu pemilik media yang amat aktif memberitakan Caddy dan Naden carcass pada tahun 30-an.

catatan
Sebenarnya Ed dan Paul membuat kesalahan fatal dalam penamaan Caddy. Pertama, menurut para ahli lain bahkan orang awam seperti kita sekalipun bisa dengan cepat melihat bahwa Caddy secara morfologi merupakan serpentine atau menyerupai ular, amat berbeda dengan plesiosaurus yang merupakan dinosaurus air bersirip. Kedua, Ed dan Paul banyak memasukkan 'wishful think' atau asumsi pribadi dalam artikel mereka, seperti bahwa Caddy beranak dan bukan bertelur, atau bahwa rambut Caddy membantu pernafasan. Asumsi ini malah membuat orang semakin tidak percaya. Ketiga Ed dan Paul memberikan nama tanpa disertai evidens yaitu makhluk baik dalam keadaan hidup atau mati (karena Naden Carcass telah hilang). Hal ini menyalahi konvensi internasional tentang taxonomi. Karena itu, untuk sementara ini, istilah Cadborosaurus tidak diakui oleh para Zoolog, dan hanya nama tak resmi yang digunakan para caddy & cryptozoology enthusiast

Kesaksian-Kesaksian
Setelah diumumkannya secara resmi keberadaan Caddy (walau terlambat 60 tahun) dengan segera muncul tambahan informasi dan kesaksian dari orang-orang yang pernah melihatnya.
Kesaksian terpenting adalah dari kapten Haggelunds, salah satu orang yang ikut menemukan Naden Carcass pada tahun 1937.

Menurut kapten Hagelunds, Ia pernah menangkap hidup-hidup seekor anakan Caddy di kepulauan yang berada di sekitar teluk British Columbi!a. Caddy kecil itu panjangnya hanya sekitar 70cm. Namun karena kuatir caddy yang ditangkapnya akan mati karena kekurangan air ia melepasnya lagi.

((TS) : kesaksian ini meragukan. Hagelund mengatakan berniat membawanya tapi melepasnya lagi karena takut caddy mati kekurangan air. Bagi saya terdengar tidak masuk akal. Andi saya menangkap makhluk ini saya akan menaruhnya di bak apapun yang ada, dan mengganti airnya setiap 0.5 jam. Kalaupun mati sample yang masih segar tentu akan berguna sebagai evidens keberadaan caddy.....sebagai pemilik yacht tak ada sulitnya bagi saya untuk memerintah anak buah saya berbuat demikian....)

Selain kapten Hagelunds, berbagai kesaksian (sighting) lain tentang makhluk ini berhasil dikumpulkan termasuk dari berbagai wilayah lain seperti Alaska dan Oregon. Berdasar kesaksian tersebut diyakini bahwa Caddy adalah sejenis monster laut atau sea serpentine namun belum dapat ditentukan apakah ia tergolong reptilia, mamalia atau sauria. Para saksi mata cadborosaurus mengatakan makhluk ini memiliki kepala mirip kuda/onta, leher panjang, badan seperti ular, namun juga memiliki sirip, cocok dengan Naden carcass. Ukurannya beragam berkisar antara 5-15m. Sebagian saksi mengatakan badannya memiliki rambut coklat. Kecepatan berenang Cadborosaurus amat luar biasa, mencapai 40knot (nyaris 70km/jam) di dalam air. Yang unik adalah gerakan caddy, bila ular bergerak/meliuk-liuk pada sumbu horizontal (kiri kanan) maka caddy bergerak meliuk pada sumbu vertikal.

Evidens lanjutan caddy diperoleh, berupa rekaman flm.
Operasi perburuan Caddy dengan kamera dilakukan di Saanich inlets setelah seekor caddy tampak sehari sebelumnya pada tanggal 26 Juli 1999, berhasil menangkap rekaman makhluk ini yang diketahui dari pola geraknya. Ini adalah rekaman film kedua setelah rekaman film pertama di tahun 1970 yang hanya berhasil menangkap kepalanya.

rekonstruksi bentuk caddy berdasar foto kerangka.



foto kerangka caddy 1937





close-up
kepala


ekor



caddy movie
http://www.youtube.com/watch?v=7bs_3z9EAKA

Minggu, 24 Juni 2012

Tsuchinoko, Makhluk Legendaris Jepang

 
Makhluk itu pertama kali disinggung dalam "Kojiki", sebuah teks kuno abad ke-8 yang merupakan sebuah manuskrip bahasa Jepang tertua di dunia. Walaupun banyak penampakan makhluk ini yang dilaporkan selama periode perang, namun laporan ini ditanggapi dengan skeptis mengingat tidak ada satupun makhluk yang pernah tertangkap untuk dipelajari.

Namun semuanya berubah, menurut pejabat pemerintah lokal bernama Toshikazu Miyawaki, makhluk yang berhasil ditangkap oleh penduduk Jepang beberapa waktu yang lalu adalah benar makhluk legendaris tersebut. "Kami memutuskan untuk membiarkan hewan ini beradaptasi dengan lingkungan barunya." Katanya. Pemerintah lokal telah membangun sebuah kandang untuk hewan tersebut.

Menurut laporan-laporan sebelumnya, Tsuchinoko adalah seekor reptil yang memiliki panjang antara 30cm - 80cm dengan kepala yang lebih besar dan taring yang beracun. Hal yang membedakannya dengan ular lain adalah ia mengeluarkan suara mencicit seperti tikus. "Menimbang ciri-ciri tersebut, kami dapat memastikan bahwa hewan itu adalah benar Tsuchinoko," Kata Miyawaki. "ketika dibawa ke balai kota, tubuhnya benar-benar tebal dan pendek. Beberapa orang juga mendengar ia mencicit.



Kota kecil Mikata sendiri sering menggunakan laporan penampakan hewan ini sebagai bahan penarik perhatian bagi para turis. Dan pada tahun 1989, walikota Tsujio Yoshida bahkan mengumumkan sayembara dengan hadiah tanah seluas 330 m2 bagi siapa saja yang bisa menangkap Tsuchinoko.


Miyawaki mengatakan bahwa hewan yang tertangkap itu memiliki panjang sekitar 70 cm ketika ditangkap pada 6 Juni 2001, sekarang telah bertumbuh hingga 1 meter. Setelah lebih dari seminggu dipamerkan ke publik di dalam aquarium plastik, reptil itu kelihatan lelah. Setelah kondisinya stabil pemerintah kota baru akan memikirkan cara meneliti hewan itu. Mungkin dengan mengambil sampel DNA dari tubuhnya.

Sabtu, 23 Juni 2012

Kriptozoologi Indonesia

Kriptozoologi (dari bahasa Yunani , kryptos, "tersembunyi" sedangkan  zoologi secara harfiah, "ilmu tentang hewan tersembunyi") dapat berarti pencarian terhadap hewan yang keberadaannya belum terbukti. Hal ini meliputi pencarian spesimen hidup dari hewan yang dianggap telah punah, misalnya dinosaurus. Kemudian hewan yang keberadaanya kurang terbuktikan secara fisik namun muncul dalam mitos, legenda, atau dilaporkan, misalnya Bigfoot dan Chupacabra. Dan hewan liar yang berada di tempat yang tak lazim sebagai wilayah persebarannya, misalnya kucing hantu atau "ABC" (inisial yang biasa dipakai kriptozoolog untuk Alien Big Cat [kucing besar misterius]).

Hewan yang diselidiki para kriptozoolog sering disebut kriptid, istilah yang dicetuskan oleh John Wall tahun 1983.
Kriptozoologi tidak diakui sebagai cabang ilmu zoologi atau suatu disiplin ilmu. Ini merupakan suatu contoh ilmu semu karena tergantung kepada bukti anekdot, kesaksian, dan dugaan penampakan.

Berikut ini adalah makhluk kriptid yang berasal dari Indonesia:

1. Ahool

Ahool adalah monster terbang yang berbentuk seperti kelelawar raksasa, beberapa sumber menyebutkan seekor Pterodactil yang tinggal di hutan di Pulau Jawa, seperti halnya monster monster misterius lainnya, belum ada bukti nyata dara para ilmuwan yang bisa membuktikan keberadaan monster ini.

Mahluk ini pertama kali terlihat oleh Dr. Ernest Bartels ketika menjelajahi gunung salak yang berada di pulau jawa.



2. Batutut

Batutut atau ujit termasuk salah satu hewan Cryptozoology yang konon mirip Bigfoot, penampakannya disekitar Cagar Alam Vu Quang Vietnam, Laos dan Kalimantan. Pertama kali ditemukan oleh Penjelajah Prancis pada tahun 1947 dan diteliti oleh Dr John MacKinnon pada tahun 1970. Beberapa sumber mengatakan bahwa Batutut merupakan populasi Homo Erectus yang mampu bertahan hidup.



3. Dingiso

Dingiso (Dendrolagus mbaiso) Dikenal juga sebagai Bondegezou merupakan spesies Kangguru pohon dari endemik sekitar Papua Barat, Indonesia. Penampakan di kawasan Pegunungan Sudirman pada ketinggian 3250-4200 meter di atas permukaan laut. Pertama kali ditemukan pada tahun 1987, oleh Dr Tim Flannery dari Australia. film dokumenter tentang Dingiso pertama kali diputar pada tahun 2009 oleh BBC Pasifik selatan setelah melakukan pencarian selama 11 hari dan dibantu oleh masyarakat sekitar. Penelitian dan Klasifikasi Dingiso ini masih terus dilakukan.



4. Ebu Gogo

Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. "Orang kecil" tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering "berbisik" yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan.



5. Orang Pendek

Orang Pendek adalah nama yang paling umum diberikan untuk cryptid yang dilaporkan hidup di hutan-hutan pulau Sumatra. Binatang ini telah dilihat dan didokumentasikan selama 100 tahun oleh penghuni hutan, penduduk desa, kolonis Belanda, dan ilmuwan dan pengelana Barat. Konsensus antara saksi adalah binatang itu merupakan primata bergerak yang hidup di tanah dan ditutupi oleh bulu pendek dan memiliki tinggi sekitar 80 cm dan 150 cm.



6. Orang Bati

Orang Bati adalah hewan yang berada di legenda Pulau Seram. Hewan ini memiliki tubuh seperti manusia dan bersayap seperti kelelawar. Diceritakan bahwa ia tinggal di gunung Kairatu dan suka menculik anak kecil untuk disantap.



7. Orang Gadang

Orang Gadang merupakan hewan Cryptid berbentuk Primata Raksasa Misterius dari Sumatera. Dikenal juga dengan nama "Great Man" atau "Giant Mias". Beberapa sumber mengatakan Orang Gadang berdiri tegak memiliki ketinggian antara 7,5 sampai 12 kaki atau sekitar 2-4 meter.



8. Veo

Veo adalah hewan Cryptid asal pulau Rinca dan digambarkan oleh Carl Shuker dalam buku The Beasts That Hide from Man: Seeking the World's Last Undiscovered Animals mirip Teringgiling tapi ukurannya sebesar kuda.


Jumat, 22 Juni 2012

A Lonely Road

 Lagu berjudul "Dear God" ini dinyanyikan oleh Avenged Sevenfold. Dan menurut saya lagu ini merupakan gambaran apa yang sedang saya lalui mengingat perjalanan kuliah saya dari rumah menuju kampus, dengan menggunakan transportasi umum yaitu Kereta Listrik. Selama hampir 1 tahun saya kuliah di tahun pertama saya, saya menemui beberapa hal tentang kerasnya hidup dan tentang perjuangan hidup dari berbagai macam kejadian yang saya temui selama pulang pergi ngampus. Pada bait "A lonely road crossed another cold state line... Miles away from those I love purpose hard to find..." merupakan lirik yang membuat saya terharu.

DEAR GOD

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade...

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

Tradisi Upacara Minum Teh Di Jepang

Bagi orang Jepang kegiatan minum teh adalah kegiatan yang memiliki arti yang dalam. Setiap hal yang dilakukan dalam upacara ini memiliki arti dan harus dilakukan dengan serius. Berikut adalah penjelasan dari upacara minum teh di jepang.

Upacara minum teh diadakan di sebuah ruangan khusus bernama chasitsu yang terletak di taman. Sebelum masuk ke ruangan, tamu harus membersihkan debu dengan air yang disediakan di depan pintu. Posisi duduk ditentukan berdasarkan kedudukan mereka. Awalnya para tamu disediakan sake dan 3 jenis makanan. Masing-masing melambangkan alam. Setelah makan, tamu di suruh duduk di luar, jika upacara sudah siap, maka para tamu baru dipersilahkan untuk masuk lagi. Di upacara minum teh, air menyimbolkan yin dan api di tungku menyimbolkan yang. Yin Yang adalah simbol keseimbangan dalam hidup. Tempat air berisi air segar yang menyimbolkan kesucian. Hanya tuan rumahlah yang boleh menyentuhnya.

Ada 2 jenis teh yang disajikan, yaitu kocha atau teh kental dan usa ucha atau teh ringan. peralatannya beragam, ada mangkuk teh bernama chawan yang berisi teh, chakin atau kain putih untuk membersihkan mangkuk, sendok dari bambu bernama chashaku, dan pengaduk bernama chasen disediakan. Ada juga kensui atau mangkuk untuk air kotor, hishaku atau sendok air dan futaoki atau penutup ceret bambu. Semua disusun dekat tempat air yang menyimbolkan matahari (simbol dari yang) mangkuk yang menyimbolkan bulan (simbol dari yin).

Koicha dibuat. Kemudian tuan rumah membersihkan tempat teh dan sendok, menuangkan air panas, mencuci teh, menggosongkan dan membersihkan mangkuk dengan chakin. Setelah itu barulah teh dituangkan, diberi air panas dan diaduk. Ketika teh digilir ke tamu utama, si tamu harus menunduk untuk menghormati teh itu. Selanjutnya dia mengangkat mangkuk dan memutarnya untuk mengaguminya. Jika dia sudah mencicipinya sedikit, maka dia harus meberikan teh itu pada tamu yang lain.

Teh usa ucha baru disajikan setelah itu. Selain berguna untuk membersihkan langit-langit mulut, teh ini juga menandakan persiapan tamu untuk meninggalkan dunia spiritual teh dan memasuki dunia nyata. Cara bikin usa ucha sama kayak koicha, bedanya kali ini tamu mendapat teh untuk sendiri-sendiri. Suasananya juga lebih santai. Meski diadakan dalam waktu yang cukup lama, tapi tidak ada satupun tamu merasa tidak sabaran dalam melakukan tahapan-tahapan dalam acara upacara teh terrsebut.

Kamis, 14 Juni 2012

Lumut Sang Tanaman Perintis



Taman Lumut Di Kebun Raya Cibodas


Lumut adalah tanaman darat yang paling sederhana. Tanaman ini berukuran kecil, kadang tak terlihat mata. Umumnya lumut tumbuh di tempat yang lembap, karena tak tahan kekeringan. Biasanya lumut dapat ditemui di celah batu, pinggir selokan, atau batang kayu.


Lumut Hati

Lumut atau Bryophyta mempunyai 3 anggota besar, yaitu lumut hati, tanduk, dan lumut daun. Pada umumnya lumut tidak berbatang dan tidak memiliki daun. Hanya lumut daun yang mempunyai organ berfungsi serupa daun dan akar tumbuhan tinggi.


Lumut Tanduk

Lumut mempunyai 2 daur hidup yang bergiliran, dan disebut metagenesis. Daur pertama adalah masa generasi gametofit, yang umurnya panjang. Masa ini sering dilihat sebagai tanaman lumut. Daur kedua adalah masa sporofit, yang berumur pendek, dan umumnya berukuran sangat kecil sehingga tak terlihat oleh mata.



Meski pemanfaatannya masih terbatas, lumut amat diperlukan untuk memulai sebuah suksesi, yaitu pembentukan sebuah ekosistem baru. Lumut merupakan tanaman pioner (perintis). Dengan tumbuhnya lumut di batuan, maka debu di udara akan terperangkap dan mengendap di sekitarnya. Endapan debu , makin lama makin tebal, sehingga tanaman lain dapat tumbuh di lapisan itu. Di belahan bumi utara lumut membentuk tanah gambut yang kadang dimanfaatkan untuk bahan bakar. Lumut kerak penghasil asam usneat yang digunakan sebagai obat bukanlah lumut sejati. Lumut ini adalah hasil simbiosa antara jamur  dan gangggang. Jamur memerlukan tempat lembap yang dapat disediakan oleh ganggang, dan ganggang memerlukan zat organik dari jamur. Lumut ini peka terhadap pencemaran, sehingga ia dapat digunakan sebagai tolak ukur pencemaran.