Jumat, 06 Juli 2012

Arti Nama Bulan-Bulan Di Penanggalan Tahun Hijriah

Pada penanggalan tahun Hijriah terdapat 12 bulan yaitu Muharram, Safar, Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Zulqaidah, dan Zulhijjah. Dan dari ke-12 bulan tersebut tentunya memiliki arti tersendiri-sendiri.

Muharram.
Artinya yang diharamkan. Sebab dalam bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Namun larangan itu tidak berlaku lagi sejak turun firman Allah swt dalam surat Al Baqarah ayat 191.

Shafar.
Artinya kosong. Ini karena pada bulan ini pemukiman Arab dahulunya kosong dari kaum laki-laki untuk pergi berniaga, merantau atau berperang.

Rabi'ul Awal.
 Rabi' artinya menetap dan awal artinya pertama. Jadi awal menetapnya kaum laki-laki sekembali mereka dari merantau atau berniaga. Rasulullah lahir, diangkat jadi Rasul, melakukan hijrah dan wafat terjadi pada bulan ini.

Rabi'ul Akhir.
Artinya akhir dari masa menetap di rumah bagi kaum laki-laki.

Jumadil Awal.
Jumadi artinya kering, jadi artinya awal dari musim kemarau (kering).

Jumadil Akhir.
Artinya akhir dari musim kering atau kemarau.

Rajab.
Artinya mulia. Ini karena bangsa Arab tempo doeloe sangat memuliakan bulan ini.

Sya'ban.
 Artinya berkelompok. Karena pada bulan ini lazimnya bangsa Arab berkelompok dalam mencari nafkah kemungkinan untuk waktu yang agak lama. Pada bulan ini terjadi perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka'bah di Baitullah.

Ramadhan.
Artinya sangat panas. Merupakan satu-satunya bulan yang disebut dalam Al Qur'an. Bulan yang memiliki banyak kelebihan, keutamaan, kesucian dan keistimewaan. Peristiwa besar dalam bulan Ramadhan al: 1. Pertama kali Allah swt menurunkan Al Qur'an. 2. Lailatul Qadar, yakni suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. 3. Kaum muslimin dapat menaklukkan kaum musyrik dalam perang Badar Kubra. 4. Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.
Sebutan lain untuk bulan Ramadhan adalah syahrul Qur'an, syahrul tilawah, syahrul shiyam, syahrul shabri, syahrul najah, syahrul rahmah, syahrul ala'i.

Syawal.
Artinya kebahagiaan. Karena kembalinya manusia kepada kesucian setelah menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaafan.

Zulqaidah.
Zul artinya pemilik dan qa'dah artinya duduk. Karena pada bulan ini merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki. Mereka menikmatinya dengan duduk-duduk di rumah.

Zulhijjah.
Yang menunaikan haji. Sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as menunaikan ibadah haji.

Sejarah Penanggalan Hijriah

Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia)

Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari matahari (aphelion). dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari)

Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

Penetapan tahun hijriyah dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Tepatnya pada hari kamis 8 Rabi'ul Awal tahun 17 Hijriyah ditahun keempat Umar berkuasa.

Jumlah bulan sebanyak 12 ini sesuai dengan firman Allah swt, "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi." (QS. At Taubah: 36)

Sejarah Penanggalan Masehi

Penanggalan pada tahun Masehi awalnya terdiri atas 10 bulan, lalu bagaimanakah sejarahnya hingga kini penanggalan tahun Masehi terdiri atas  12 bulan?

Pada zaman Romawi kuno, awalnya kalender hanya dibuat dalam hitungan 10 bulan saja. Alasannya, ketika tiba musim dingin mereka tidak bisa bertani jadi tidak masuk hitungan kalender. Pada zaman itu kalendar dipahat dibatu dan kemudian batu-batu itu akan dikirim ke daerah-daerah jajahan Romawi.

1.Martius (31)

2.Aprilis (30)
3.Maius (31)
4.Junius (30)
5.Quintilis (31)
6.Sextilis (30)
7.Septalis (31)
8.Octolis (31)
9.Novelis (30)
10.Decemberis (31)

Dan musim dingin 61 hari sisanya itu tidak dimasukin dalam kalendar.

Akhirnya ada 1 orang bernama Numa Numae Pompilus yang mengadakan sedikit reformasi kalender.
Dia ini adalah orang pertama yang mendirikan Institusi Pontiface (Kepala Agama).

Jadi dia butuh kalendar yang bisa dijadikan patokan kapan harus diadakan upacara dan tidak hanya buat bertani.

Setelah dipertimbangkan dia membutuhkan untuk tahu kapan tanggal 2 minggu sebelum musim dingin berarkhir untuk mengadakan upacara ritual menyambut musim semi.

Akhirnya ditambahkan 2 bulan yaitu ianuarius dan Februarius. Ianuarius berjumlah 29 hari dan februarius hanya berjumlah 28 hari. Jadi total hari dalam 1 thn saat itu adalah 355 hari.

1.Martius (31 days)

2.Aprilis (29 days)
3.Maius (31 days)
4.Junius (29 days)
5.Quintilis (31 days)
6.Sextilis (29 days)
7.September (29 days)
8.October (31 days)
9.November (29 days)
10.December (29 days)
11.Ianuarius (29 days)
12.Februarius (28 days)

sekarang, sistem kalendar dibuat berdasarkan pengamatan manusia terhadap munculnya bulan atau matahari, dalam kasus Romawi dua-duanya dipakai.

Romawi mendasarkan perhitungan kalendarnya terhadap perhitungan kalendar Yunani
dan Yunani tidak menggunakan matahari dan bulan tetapi berdasarkan kemunculan bintang Sirius.
Sayangnya kemudian rada kacau. Para astronomer yang ditugaskan utnuk memperhatikan gerak matahari, bulan dan konstelasi menjadi tidak sinkron dengan perhitungan kalendar dan perayaan keagamaan menjadi rancu dan tidak tetap setiap tahunnya.
Jadi diadakan bulan baru yaitu bulan ke 13 yang disebut Marcedonius yang jumlahnya 27 hari.
Jadi saat itu jumlah hari dalam 1 thn BISA menjadi 378 hari. Jadi setiap 2 thn sekali, bulan ini akan disisipkan dan menyebabkan rata-rata hari dalam 1 tahun adalah 366 hari dan itu sama dengan 1 tahun solar year.

Tapi, penyisipan bulan ini adalah menjadi hak Pontifex maximus dan karena sering kali terjadi penyalah gunaan hak-hak ini dalam politik Romawi seperti penambahan bulan MARCEDONIUS ini 2 bahkan 4 kali berturut untuk memperpanjang masa jabatan seorang consul dan kemudian selama 4 tahun berikutnya tidak ada penambahan, maka hal ini sering membuat kacau perhitungan gaji, dan juga masa jabatan seseorang. 

Akhirnya pada thn 45 SM, Julius Caesar mereformasi lagi kalendar ini dan menjadi

1.Ianuarius,

2.Februarius,
3.Martius,
4.Aprilis,
5.Maius,
6.Iunius,
7.Quintilis,
8.Sextilis,
9.September,
10.October,
11.November,
12.December,

Januari dipilih sebagai bulan pertama karena diambil dari nama dewa romawi Janus yaitu dewa penjaga gerbang olympus. Maka diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.


Dan juga karena 1 januari jatuh pada puncak musim dingin, maka disaat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur dan semua senat dapat berkumpul untuk memilih konsul, dan dibulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.


Awalnya bulan juli adalah bulan kelima dalam kalender dan disebut Quintilis, yang berarti yang ke lima.

Bulan ini memiliki 30 hari.
Ketika terjadi penambahan dua bulan oleh Numa Pompilius dan pergeseran bulan oleh Julius Caesar maka bulan ini menjadi bulan ke tujuh, dan jumlah harinya pun ikut berubah menjadi 31 hari.

Untuk menghormati Julis Caesar, nama bulan ini kemudian diubah menjadi Julius. Julius Caesar sendiri lahir pada tanggal 12.


Kaisar Augustus sangat berperan dalam sejarah bulan ini, bangsa Romawi dulu menyebut bulan ini dengan sextilis yang berarti ke enam.

Mereka kemudian mengubah namanya menjadi Augustus untuk menghormati pengganti kaisar Julius.
Bulan ini dipilih oleh Kaisar Augustus karena dia merasa selalu beruntung dibulan ini (waktu itu Sextilis)

Karena ia tidak mau bulannya memiliki jumlah hari yang lebih pendek dari Julius Caesar maka ia “mencuri” satu hari dari bulan Februari dan menyebabkan bulan Agustus berjumlah 31 hari dan Februari berjumlah 28 hari.


Akan tetapi masalah kalendar ini tak berhenti sampai disini. Ternyata 1 tahun itu bukan 366 hari, tetapi 365 1/4 hari dan Julius Caesar memerintahkan untuk menambahkan 1 hari ditahun ke 4.

Tetapi tampaknya terjadi kerancuan, misal sekarang tahun 2000, thn ke 4 harusnya adalah tahun 2004 tetapi petugas penjaga kalendar waktu itu menghitung 2000 sebagai tahun ke 1 jadi akibatnya dia menambahkan 1 hari pada tahun 2003 dan bukan 2004 dan ini terjadi sejak thn 45 SM.

Arti Nama Bulan Desember

 
Desember berasal dari kata Decem yang berarti kesepuluh. Oleh bangsa-bangsa yang hidup di negara belahan bumi sebelah utara, bulan Desember dikenal sebagai bulan suci karena semua negeri ditutupi oleh salju dan es yang memutih sepanjang hari.

Arti Nama Bulan November

 
Mengikuti urutan bilangan latin, November berasal dari kata Novem yang berarti sembilan. Sebelum diadakan pembaharuan di jaman Julius Caesar, bulan November hanya mempunyai  29 hari, bukan 30 hari seperti yang dikenal dewasa ini. Orang Inggris Kuno menyebut November sebagai 'Bulan Berdarah' karena musim pembantaian ternak menjelang musim dingin.

Arti Nama Bulan Oktober

Pada 31 Oktober orang-orang Eropa dan Amerika mengadakan festival Hallowen
Sebagaimana halnya dengan bulan September, bulan Oktober juga mengalami nasib serupa. Namanya berasal dari kata Okto, bahasa latin yang berarti delapan. Semula berada pada urutan delapan dan bergeser ke urutan sepuluh mengikuti pergeseran bulan-bulan, September, November, dan Desember. Belum ada gagasan untuk memperbaiki arti kata dengan kesesuaian urutan dari nama-nama bulan tersebut.

Arti Nama Bulan September

 
Sepetember berasal dari kata Septa, bahasa latin berarti tujuh. Pada mulanya bulan September memang berada pada urutan ketujuh kalender Julian. Tetapi ketika abad kedelapan Sebelum Masehi, pembagian tahun diubah dari 10 bulan menjadi 12 bulan, tanpa merubah nama bulan terlebih dahulu bulan September ditempatkan di urutan ke sembilan dan berlaku sampai saat ini.