Kamis, 28 Juni 2012

HOAX!

"Sebuah Fosil makhluk hidup berukuran raksasa (atau bahkan mungkin ultra) yang ditemukan di kawasan Jebal Barez ini sangatlah mengagumkan. Menurut para peneliti, mungkin inilah hewan purba terbesar yang pernah eksis didunia pada masa lalu, ukuran kepalanya saja bisa mencapai panjang 26 meter dengan ketinggian 8 meter!!!"




"Diperkirakan, fosil tersebut mungkin muncul akibat adanya gempa Bumi yang melanda Iran pada 26 Desember 2003 lalu. Reruntuhan batuan akibat gempa bumi di Jebal Barez telah membuka fosil tersebut, yang selama berjuta-juta tahun terkubur didalam bukit-bukit tandus berbatu."

"Tim satuan Kepurbakalaan Iran yang bertanggung jawab penuh atas penggalian sepakat. Mereka menegaskan bahwa ini merupakan kerangka hewan raksasa tunggal, mungkin salah satu hewan purba berjalan melata. Ukurannyapun lebih besar daripada jenis-jenis Dinosaurus yang pernah ada sebelumnya. Tetapi, apakah hewan ini termasuk dalam jajaran Dinosaurus atau bukan, itulah yang belum bisa diterangkan.

"Mungkin inilah yang disebut sebagai kemustahilan Biologis. Setidaknya, kira-kira perlu bertahun-tahun bagi para ahli arkeologi dan paleontologi untuk mengetahui secara pasti mengenai identitas makhluk misterius tersebut."











Nah, sekarang pertanyaannya adalah: Apakah kerangka yang disebut "kemustahilan biologis" tersebut benar-benar ada? Apakah penemuan itu benar-benar terjadi?

Jawabannya adalah: Tidak.

Untuk mendapatkan jawaban ini, tidak butuh analisa yang rumit. Jika kita googling mengenai kerangka Jebal Barez, maka kita akan segera mendapatkan jawabannya.

Kisah penemuan beserta foto yang ditampilkan ini sebenarnya hanyalah bagian dari sebuah viral marketing yang dikerjakan oleh Glenn Sanders dari perusahaan Tequila yang bekerjasama dengan Viral Factory.

Kalian yang menggemari Playstation pasti akan menyukai ini. Soalnya, kisah ini dbuat untuk mempromosikan game "Shadow of the Colossus" dari PS2. Glenn Sanders memang disewa oleh Sony untuk mengerjakan kampanye Viral Marketing ini.



Game ini menceritakan mengenai seorang pemuda yang bernama Wander yang melakukan perjalanan panjang dengan kudanya untuk menyelamatkan seorang gadis. Untuk mencapai tujuannya itu, ia harus berhasil mengalahkan 16 raksasa yang disebut Colossi.

Aspek yang cukup menarik dari kisah ini adalah bagaimana sebuah proses marketing dilakukan dengan jenius (atau serius). Perlu diketahui kalau untuk mempromosikan game ini, Glenn tidak hanya menciptakan kisah penemuan kerangka Jebal Barez, ia juga menciptakan banyak kisah lainnya. Saya akan memberikan beberapa saja sebagai contohnya.

Mari kita lihat bagaimana proses viral marketing ini dilakukan sehingga membawa kesuksesan besar bagi Shadow of the Colossus.

Pertama, Glenn menciptakan seorang tokoh bernama Eric Belson yang meluncurkan sebuah blog yang beralamat di giantology.typepad.com. Di blog itu, ia memberikan banyak data mengenai penemuan kerangka-kerangka raksasa di seluruh dunia. Belson mengklaim dirinya sebagai seorang giantology(istilah yang dia ciptakan untuk menyebut bidang keilmuannya).

Pada tanggal 1 Oktober 2005, Belson mengumumkan kalau ia telah membeli domain giantology.net. Di domain barunya itu, ia memposting mengenai kerangka Jebal Barez pada tanggal 5 Oktober 2005.

Pada bulan itu juga game Shadow of the Colossus diluncurkan di Jepang dan Amerika Utara.

Disinilah muncul tokoh Casper Shilling, seorang arkeolog Belanda yang disebut Belson menemukan kerangka di Jebal Barez. Tentu saja, Shilling juga seorang tokoh fiktif. Shilling menceritakan kisah penemuan kerangka tersebut di websitenya www.paleoshilling.nl.

Sama seperti website lain yang khusus diciptakan untuk viral marketing, setelah Shadow of the Colossus diluncurkan beberapa lama, baik website milik Belson maupun Shilling menghilang begitu saja dari dunia maya. Namun, karena kisahnya di copy paste ke berbagai blog, sekarang kita masih bisa mendapatkan foto-foto yang diposting oleh Shilling.

Mengenai raksasa Jebal Barez, kepala kerangka makhluk itu terlihat seperti sketsa di bawah ini:


Bandingkan dengan Colossi ketigabelas bernama Phalanx yang ada di game Shadow of the Colossus. Lihat kepalanya.


Mirip sekali.

Pada tanggal 6 Oktober berikutnya, Belson memposting mengenai laporan tv lokal India yang memberitakan mengenai penemuan sebuah kerangka raksasa yang terdampar di pantai Tamil Nadu setelah terjadinya Tsunami besar. Namun kisah ini sebenarnya dibuat untuk mempromosikan Colossi pertama,Valus. Kerangka tersebut memang dibuat berdasarkan karakter Valus.


Pada 10 Oktober, Belson memposting mengenai penemuan sebuah kerangka raksasa oleh penyelam Australia Ed Guyler di laut dalam di wilayah Australia. Guyler percaya kalau kerangka itu dulunya adalah milik seekor belut raksasa. Namun kisah ini sebenarnya dibuat untuk mempromosikan Colossi ketujuh, Hydrus, yang memang menyerupai belut raksasa.


Pada tanggal 21 Oktober, Belson memposting berita mengenai seorang ahli geologi bernama Arkady Simkin yang pergi ke Siberia untuk mencari minyak. Namun, ia malah menemukan bangkai raksasa yang disebutnya Taurus Major. Kisah ini sebenarnya dibuat untuk mempromosikan Colossi kedua, Quadratus.


Pada tanggal 18 November, Belson memposting mengenai keluarga Sayre yang ketika sedang berlibur di Peru tanpa sengaja menemukan sebuah patung raksasa yang mirip dengan salah satu robot transformer. Kisah ini malah dilengkapi dengan sebuah foto yang memperlihatkan sebuah hierogliph yang menunjukkan adanya ukiran patung tersebut. Padahal, kisah ini dibuat untuk mempromosikan Gaius, Colossi ketiga.


Pada tanggal 26 Desember, Belson memposting foto cuplikan koran mengenai penemuan hierogliph di Lusaka, Zambia, yang luar biasanya, memperlihatkan empat Colossi sedang bersama-sama.


Terlalu spektakuler dan sangat berbau hoax!

Pada pertengahan April 2006, blog Belson lenyap dari dunia maya. Pada akhir 2007, website milik Casper Shilling juga lenyap dari dunia maya. Saat itu, game Shadow of the Colossus telah menjadi blockbuster di seluruh dunia.

Dari enam kisah yang diposting Belson tersebut, hanya satu yang sepertinya lolos dan menjadi populer di Indonesia.


Viral Marketing yang dibuat untuk mempromosikan Shadow of the Colossus ini dianggap sebagai salah satu hoax online terbesar di dunia. Namun paling tidak, usaha ini tidak percuma karena penjualan game ini cukup baik sehingga masuk ke dalam daftar greatest hits Sony pada Agustus 2006.

http://xfile-enigma.blogspot.com

Selasa, 26 Juni 2012

Alien atau Tuyul?


Baru-baru ini, ahli dari perhimpunan ilmu kedokteran kehakiman Moskwa telah melakukan penentuan untuk ke lima kalinya terhadap sesosok mayat misterius sepanjang 25 cm.

Ahli terkait dari Rusia yakni W. Chernoburov menuturkan, bahwa sosok mayat ini tidak termasuk organisme apa pun yang sudah diketahui, sebab mereka tidak pernah menemui molekul DNA ini. Oleh orang-orang sosok mayat ini dinamakan “Makhluk luar angkasa Ural”

Asal-usulnya
Menurut laporan, bahwa sosok mayat misterius ini ditemukan pada musim panas 1996 silam oleh seorang wanita tua di kawasan Ural, Rusia.

Ketika itu, mahluk kecil ini masih dalam kondisi hidup, kepalanya seperti bawang yang terbungkus, tidak mempunyai telinga, matanya besar seperti mata kucing, tidak bisa bicara, hanya bisa meringkik. Wanita tua yang menemukanya lalu membawanya pulang, namun tidak lama kemudian makhluk kecil ini pun mati.

Sebuah tim ilmuwan Rusia kemudian meluncur ke kawasan Ural, dengan maksud untuk meneliti sejenak mayat makhluk misterius ini. Namun, malang wanita tua tersebut menemui ajalnya dalam sebuah kecelakaan, dan mayat makhluk misterius itu pun ikut lenyap.

Awalnya dicurigai sebagai janin yang keguguran.
Sosok “mayat angkasa luar” yang hilang ini kemudian ditemukan oleh mantan perwira polisi Bendelyn.

Tenyata Bendelyn menangkap seorang tersangka pencuri kabel setempat, dan menyita bungkusan yang dibawanya, dari bungkusan itu ia menemukan sesosok mayat makhuk aneh berbentuk mumi.

Dokter bidang Urologi (bagian penyakit saluran kemih) yakni Uskever, adalah dokter pertama yang melakukan pemeriksaan terhadap mayat makhluk misterius ini. Ia menuturkan, bahwa mayat makhluk berbentuk mumi ini sama besarnya dengan janin manusia yang berusia 20 minggu.

Dan menurut dokter genekologi dan kebidanan setempat bahwa mayat ini mungkin janin prematur yang belum matang pertumbuhannya atau janin yang gagal. Polisi setempat mulai percaya bahwa itu adalah janin manusia, dan yang ia hubungkan adalah sebuah kasus keguguran yang sama.

Namun perwira polisi Bendelyn memutuskan meminta ahli medis untuk melakukan pemeriksaan mayat secara konkret, memastikan apakah ia janin yang mati keguguran atau janin yang sengaja digugurkan.

Pakar autopsi mayat memastikan bahwa itu adalah pembentukan makhluk hidup baru. Kepala bagian anatomi dari rumah sakit setempat yakni Shamohikyn telah melakukan pemeriksaan yang cermat terhadap makhluk misterius ini.

Dan secara mengejutkan ia menuturkan, bahwa makhluk itu bukan mayat manusia, juga bukan mayat binatang apa pun, tapi suatu mayat dari pembentukan makhluk hidup baru.

Doktor Shamohikyn menuturkan : “makhluk ini dipastikan bukan golongan manusia, tengkorak mahkluk ini berkurang dua kerangka dari manusia, selain itu, struktur kerangka lainnya juga tidak sama dengan struktur kerangka manusia, perbedaan-perbedaan ini tidak seperti kelainan kongenital (kelainan bawaan).”

Memiliki molekul DNA yang unik
Secara berturut-turut ilmuwan Rusia telah 5 kali melakukan penetuan laboratorium terhadap “mayat makhluk misterius” ini, dengan tujuan dapat mengetahui asal dan perkembangannya.

Baru-baru ini penentuan DNA dilakukan oleh ahli dari perhimpunan ilmu kedokteran kehakiman Rusia,dan hasilnya sangat mengejutkan. Ilmuwan Rusia Chernoburov mengatakan : “kami menemukan sebuah gen dari sample DNA makhluk ini, gennya sama sekali berbeda dengan gen manusia atau antropoid (kera mirip manusia).

Saat ini kami tidak menemukan gen apa pun yang cocok dengannya dalam laboratorium kami. Sebelumnya para ahli belum pernah melihat makhluk mana pun yang memiliki molekul DNA seperti ini.

Kongamoto

Pada tahun 1923, petualang bernama Frank H. Mellandsedang di Zambia. Dia mengumpulkan laporan tentang reptil terbang buas. Penduduk asli menyebut makhluk ini kongamato, yang dikatakan tinggal di rawa-rawa Jiundu di Mwinilunga Zambia barat, dekat perbatasan Kongo dan Angola. Dia digambarkan tidak memiliki bulu sama sekali, kulit halus, sebuah lebar sayap antara 4 kaki dan 7 kaki, dan memiliki paruh penuh gigi.


Mereka biasanya digambarkan berwarna hitam atau merah. Ia memiliki reputasi sebagai pembalik kano (ga keren amat julukannya) dan menyebabkan kematian bagi siapa pun yang melihatnya.

Ketika ditunjukkan gambar pterosaurus seluruh penduduk di rawa-rawa jiundu sepakat bilang kalo itu kongamatu, nah loh.. Yang bilang kalo Pterodactyl uda punah berarti boong dong?

Pada tahun 1925, seorang koresponden surat kabar terkemuka Inggris, G. Ward Harga, mengunjungi ke Rhodesia. Dia melaporkan sebuah kisah yang seorang pegawai sipil menceritakan tentang seorang pria yang masuk rawa di Rhodesia yang dikenal sebagai tempat tinggal setan. ia bertekad untuk menjelajahinya meskipun bahaya.

Ketika kembali, ia berada di ambang kematian. Dia memiliki luka besar di dadanya. Ia menceritakan bagaimana seekor burung besar yang aneh dengan paruh panjang menyerangnya. Ketika Pegawai sipil itu menunjukkan gambar Pterosaurus dari sebuah buku binatang prasejarah, orang itu menjerit ketakutan dan melarikan diri ke rumah pelayan.

Para skeptis menduga bahwa cerita ini berasal dari imajinasi penduduk asli yang direkrut untuk bekerja di penggalian arkeologis di mana fosil pterosaurus ditemukan di Tendagaru, Tanzania, sebelum Perang Dunia I.

Mungkin laporan paling mencolok tentang pterosaurus hidup bukan dari penduduk asli, tapi dari penjelajah kulit putih British Museum.

Pada 1932 Percy Sladen dan timnya pergi ke Afrika Barat. Bertanggung jawab atas tim itu Ivan T. Sanderson, seorang ahli ilmu hewan terkenal dan penulis. Di Pegunungan Assumbo di Kamerun, mereka berkemah di lembah berhutan dekat sungai yang membelok curam. Mereka pergi berburu di dekat sungai saat Sanderson menembak kelelawar besar pemakan buah. waktu kelelawar itu jatuh di air, Sanderson bergerak menghampiri, ia kehilangan keseimbangan dan jatuh. Dia bergegas akan bangun ketika temannya tiba-tiba berteriak "Awas!"



Penggambaran serangan terhadap Ivan Sanderson, oleh Chelsea Sams

Ada sesuatu yang hitam seukuran elang menyerang Sanderson. temannya yang hanya sekilas melihatnya menceritakan, kalo rahangnya tergantung terbuka dan terlihat gigi putih yang tajam dan jarang-jarang. Ketika Sanderson bangkit, makhluk itu sudah pergi.

Meskipun mungkin makhluk yang menyerang George Sanderson hanyalah kelelawar yang mereka tembak, agak meragukan. kelelawar Buah tidak menyerang manusia, dan Sanderson, seorang ahli hewan internasional yangterkenal dan dihormati, tidak mengenali makhluk itu. Kelelawar buah berwarna kecoklatan atau kekuningan. Sanderson menggambarkan makhluk itu berwarna hitam.

Pada tahun 1956 di Zambia di sepanjang sungai Luapula, insinyur JPF Brown mengemudi kembali ke Salisbury dari kunjungan ke Kasenga di Zaire. Dia berhenti di lokasi yang disebut Fort Rosebery, Danau Bangweulu, untuk istirahat. Saat itu sekitar 6:00 ketika dia melihat dua makhluk terbang perlahan-lahan, bingung, dia mengamati bahwa mereka keliatan kaya hewan prasejarah. Dia memperkirakan lebar sayapnya sekitar 3-3 1 / 2 kaki, ekor tipis panjang, dan kepala ramping, yang disamakan dengan sebuah moncong memanjang dari anjing. Salah satu dari mereka membuka mulut di mana ia melihat sejumlah besar gigi runcing. Pribumi dari suku Awemba mengatakan kalo makhluk itu menyerang manusia. Mereka tinggal dalam gua-gua di tebing dekat sumber Sungai Zambezi.

Apa benar kalo Pterosaurus masih eksis? Mungkinkah mereka salah lihat? Tapi melihat bukti-bukti ini rasanya sulit buat bilang kalo mereka udah punah. Apa yang diliat Sanderson dkk adalah bangau saddle yang banyak ditemukan di afrika?



Legenda Putri Duyung


Salah satu misteri terbesar di dalam dunia Cryptozoology adalah makhluk setengah manusia setengah ikan yang disebut Mermaid atau putri duyung. Karena karakternya yang aneh, makhluk ini kemudian lebih sering dikaitkan dengan hal mistis ketimbang sains.


Mermaid adalah sebuah istilah yang diberikan kepada makhluk air yang memiliki tubuh dari pinggang ke atas seperti perempuan sedangkan pinggang ke bawah seperti seekor ikan. Walaupun kita hanya pernah mendengar makhluk ini dari sekumpulan dongeng, keberadaan makhluk ini bisa dilacak di dalam literatur hingga 2.000 tahun yang lalu.

Kata Mermaid berasal dari kata Mere yang berarti Laut (dalam bahasa Inggris kuno) dan kata Maid yang berarti perempuan. Jadi, makhluk yang disebut sebagai Mermaid adalah makhluk setengah manusia setengah ikan yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan yang berjenis kelamin pria disebut Merman.

Dalam dongeng, makhluk ini disebut suka duduk di atas batu di dekat pantai, bernyanyi, memegangi cermin sambil mengagumi kecantikannya sendiri. Nyanyiannya disebut mengandung kekuatan mistis sehingga manusia yang mendengarnya akan terpesona hingga tewas karena tenggelam.

Di Cornwall, Inggris, ada sebuah batu yang disebut sebagai batu Mermaid karena seekor Mermaid disebut pernah duduk di atas batu itu dan bernyanyi hingga menyebabkan seorang nelayan lokal bernama Matthew Trawella tewas karenanya.

Dugong dan Manatee

Kebanyakan peneliti tentu saja menganggap keberadaan makhluk-makhluk seperti Mermaid sebagai hoax. Sebagian lain menganggapnya sebagai salah identifikasi. Tersangkanya yang paling utama adalah hewan yang masuk ke dalam golongan Sirenian, makhluk air herbivora yang berdiam di sungai dan laut.

Dua makhluk yang tergolong ke dalam Sirenian diantaranya adalah Dugong dan Manatee. Kedua makhluk ini memiliki adaptasi yang luar biasa di dalam laut. Walaupun terlihat gemuk, namun dalam beberapa pose, makhluk ini bisa dikira sebagai Mermaid. Misalnya, ketika mereka menyusui bayi, mereka akan menggendongnya di dada sehingga bisa dikira sebagai dada seorang wanita oleh para saksi yang menyaksikannya dari kejauhan.




Dugong



Manatee

Walaupun sepertinya banyak yang sepakat dengan identitas Manatee atau Dugong sebagai Mermaid, namun, ketika kita meneliti catatan sejarah, kita bisa menemukan berbagai kesaksian yang sepertinya mengkonfirmasi perjumpaan dengan makhluk yang benar-benar serupa mermaid atau merman (bukan Dugong atau Manatee).
sumber:http://xfile-enigma.blogspot.com/201...an-merman.html

The Mystery Sea Serpent

 

Gempar di pangkalan pemburu paus
Tahun 1937, para pemburu paus di pangkalan Naden, Charlote Island gempar dengan ditemukannya seekor hewan dalam Paus Sperma buruan mereka. Karena takjub, mereka menaruh jasad hewan sepanjang 3m tersebut dan menaruhnya di atas peti-peti lalu memfotonya puluhan kali. Paus Sperma (sperm whale) kadang menelan makhluk lain. Bahkan tercatat pernah ditemukan bangkai giant squid sepanjang 10m didalam Sperm Whale sepanjang 14m. Bukan tempat ditemukannya makhluk itu yang mengejutkan mereka, tapi bentuk makhluk itu. Cadborosaurus pernah diperoleh pada tahun 1937. Makhluk ini ditemukan di perut seekor ikan paus yang ditangkap di perlabuhan Naden di Charlotte Island.
jasad makhluk tersebut dikirimkan ke Royal BC Museum Victoria, dan justeru di museumlah dinyatakan hilang....kesengajaankah ? sebab secara teori tak mungkin item yang penting dan mengandung misteri, yang biasanya justru bisa jadi daya tarik utama pengunjung, dibiarkan hilang.

Pengakuan atas Caddy
Pada tahun 1992 Ed Bousfield, yang pensiun dari Royal Ontario Museum, Toronto dan Royal BC Museum di Victoria, bersama dengan Paul LeBlond, profesor jurusan Oeanography, Universitas BC, Vancouver membuat pengumuman yang mengejutkan para ahli biologi : mereka diam-diam telah berhasil memperoleh foto-foto tua dari 'Naden Carcass' 1937. Kejadian ini membangkitkan minat para cryptozoolog terhadap keberadaan makhluk ini. Ed Bousfield dan Paul Le Blond pun dalam satu jurnal memberikan nama pada makhluk ini : Cadborosaurus Wilsi, sp.. Cadboro berasal dari lokasi dimana kesaksian akan keberadaan cadborosaurus (yang belakangan disebut 'Caddy') pertama kali dilaporkan. Saurus karena Ed dan Paul meyakini hewan ini berkaitan dengan Plesiosaurus. Wilisi berasal dari Wilis, salah satu pemilik media yang amat aktif memberitakan Caddy dan Naden carcass pada tahun 30-an.

catatan
Sebenarnya Ed dan Paul membuat kesalahan fatal dalam penamaan Caddy. Pertama, menurut para ahli lain bahkan orang awam seperti kita sekalipun bisa dengan cepat melihat bahwa Caddy secara morfologi merupakan serpentine atau menyerupai ular, amat berbeda dengan plesiosaurus yang merupakan dinosaurus air bersirip. Kedua, Ed dan Paul banyak memasukkan 'wishful think' atau asumsi pribadi dalam artikel mereka, seperti bahwa Caddy beranak dan bukan bertelur, atau bahwa rambut Caddy membantu pernafasan. Asumsi ini malah membuat orang semakin tidak percaya. Ketiga Ed dan Paul memberikan nama tanpa disertai evidens yaitu makhluk baik dalam keadaan hidup atau mati (karena Naden Carcass telah hilang). Hal ini menyalahi konvensi internasional tentang taxonomi. Karena itu, untuk sementara ini, istilah Cadborosaurus tidak diakui oleh para Zoolog, dan hanya nama tak resmi yang digunakan para caddy & cryptozoology enthusiast

Kesaksian-Kesaksian
Setelah diumumkannya secara resmi keberadaan Caddy (walau terlambat 60 tahun) dengan segera muncul tambahan informasi dan kesaksian dari orang-orang yang pernah melihatnya.
Kesaksian terpenting adalah dari kapten Haggelunds, salah satu orang yang ikut menemukan Naden Carcass pada tahun 1937.

Menurut kapten Hagelunds, Ia pernah menangkap hidup-hidup seekor anakan Caddy di kepulauan yang berada di sekitar teluk British Columbi!a. Caddy kecil itu panjangnya hanya sekitar 70cm. Namun karena kuatir caddy yang ditangkapnya akan mati karena kekurangan air ia melepasnya lagi.

((TS) : kesaksian ini meragukan. Hagelund mengatakan berniat membawanya tapi melepasnya lagi karena takut caddy mati kekurangan air. Bagi saya terdengar tidak masuk akal. Andi saya menangkap makhluk ini saya akan menaruhnya di bak apapun yang ada, dan mengganti airnya setiap 0.5 jam. Kalaupun mati sample yang masih segar tentu akan berguna sebagai evidens keberadaan caddy.....sebagai pemilik yacht tak ada sulitnya bagi saya untuk memerintah anak buah saya berbuat demikian....)

Selain kapten Hagelunds, berbagai kesaksian (sighting) lain tentang makhluk ini berhasil dikumpulkan termasuk dari berbagai wilayah lain seperti Alaska dan Oregon. Berdasar kesaksian tersebut diyakini bahwa Caddy adalah sejenis monster laut atau sea serpentine namun belum dapat ditentukan apakah ia tergolong reptilia, mamalia atau sauria. Para saksi mata cadborosaurus mengatakan makhluk ini memiliki kepala mirip kuda/onta, leher panjang, badan seperti ular, namun juga memiliki sirip, cocok dengan Naden carcass. Ukurannya beragam berkisar antara 5-15m. Sebagian saksi mengatakan badannya memiliki rambut coklat. Kecepatan berenang Cadborosaurus amat luar biasa, mencapai 40knot (nyaris 70km/jam) di dalam air. Yang unik adalah gerakan caddy, bila ular bergerak/meliuk-liuk pada sumbu horizontal (kiri kanan) maka caddy bergerak meliuk pada sumbu vertikal.

Evidens lanjutan caddy diperoleh, berupa rekaman flm.
Operasi perburuan Caddy dengan kamera dilakukan di Saanich inlets setelah seekor caddy tampak sehari sebelumnya pada tanggal 26 Juli 1999, berhasil menangkap rekaman makhluk ini yang diketahui dari pola geraknya. Ini adalah rekaman film kedua setelah rekaman film pertama di tahun 1970 yang hanya berhasil menangkap kepalanya.

rekonstruksi bentuk caddy berdasar foto kerangka.



foto kerangka caddy 1937





close-up
kepala


ekor



caddy movie
http://www.youtube.com/watch?v=7bs_3z9EAKA

Minggu, 24 Juni 2012

Tsuchinoko, Makhluk Legendaris Jepang

 
Makhluk itu pertama kali disinggung dalam "Kojiki", sebuah teks kuno abad ke-8 yang merupakan sebuah manuskrip bahasa Jepang tertua di dunia. Walaupun banyak penampakan makhluk ini yang dilaporkan selama periode perang, namun laporan ini ditanggapi dengan skeptis mengingat tidak ada satupun makhluk yang pernah tertangkap untuk dipelajari.

Namun semuanya berubah, menurut pejabat pemerintah lokal bernama Toshikazu Miyawaki, makhluk yang berhasil ditangkap oleh penduduk Jepang beberapa waktu yang lalu adalah benar makhluk legendaris tersebut. "Kami memutuskan untuk membiarkan hewan ini beradaptasi dengan lingkungan barunya." Katanya. Pemerintah lokal telah membangun sebuah kandang untuk hewan tersebut.

Menurut laporan-laporan sebelumnya, Tsuchinoko adalah seekor reptil yang memiliki panjang antara 30cm - 80cm dengan kepala yang lebih besar dan taring yang beracun. Hal yang membedakannya dengan ular lain adalah ia mengeluarkan suara mencicit seperti tikus. "Menimbang ciri-ciri tersebut, kami dapat memastikan bahwa hewan itu adalah benar Tsuchinoko," Kata Miyawaki. "ketika dibawa ke balai kota, tubuhnya benar-benar tebal dan pendek. Beberapa orang juga mendengar ia mencicit.



Kota kecil Mikata sendiri sering menggunakan laporan penampakan hewan ini sebagai bahan penarik perhatian bagi para turis. Dan pada tahun 1989, walikota Tsujio Yoshida bahkan mengumumkan sayembara dengan hadiah tanah seluas 330 m2 bagi siapa saja yang bisa menangkap Tsuchinoko.


Miyawaki mengatakan bahwa hewan yang tertangkap itu memiliki panjang sekitar 70 cm ketika ditangkap pada 6 Juni 2001, sekarang telah bertumbuh hingga 1 meter. Setelah lebih dari seminggu dipamerkan ke publik di dalam aquarium plastik, reptil itu kelihatan lelah. Setelah kondisinya stabil pemerintah kota baru akan memikirkan cara meneliti hewan itu. Mungkin dengan mengambil sampel DNA dari tubuhnya.

Sabtu, 23 Juni 2012

Kriptozoologi Indonesia

Kriptozoologi (dari bahasa Yunani , kryptos, "tersembunyi" sedangkan  zoologi secara harfiah, "ilmu tentang hewan tersembunyi") dapat berarti pencarian terhadap hewan yang keberadaannya belum terbukti. Hal ini meliputi pencarian spesimen hidup dari hewan yang dianggap telah punah, misalnya dinosaurus. Kemudian hewan yang keberadaanya kurang terbuktikan secara fisik namun muncul dalam mitos, legenda, atau dilaporkan, misalnya Bigfoot dan Chupacabra. Dan hewan liar yang berada di tempat yang tak lazim sebagai wilayah persebarannya, misalnya kucing hantu atau "ABC" (inisial yang biasa dipakai kriptozoolog untuk Alien Big Cat [kucing besar misterius]).

Hewan yang diselidiki para kriptozoolog sering disebut kriptid, istilah yang dicetuskan oleh John Wall tahun 1983.
Kriptozoologi tidak diakui sebagai cabang ilmu zoologi atau suatu disiplin ilmu. Ini merupakan suatu contoh ilmu semu karena tergantung kepada bukti anekdot, kesaksian, dan dugaan penampakan.

Berikut ini adalah makhluk kriptid yang berasal dari Indonesia:

1. Ahool

Ahool adalah monster terbang yang berbentuk seperti kelelawar raksasa, beberapa sumber menyebutkan seekor Pterodactil yang tinggal di hutan di Pulau Jawa, seperti halnya monster monster misterius lainnya, belum ada bukti nyata dara para ilmuwan yang bisa membuktikan keberadaan monster ini.

Mahluk ini pertama kali terlihat oleh Dr. Ernest Bartels ketika menjelajahi gunung salak yang berada di pulau jawa.



2. Batutut

Batutut atau ujit termasuk salah satu hewan Cryptozoology yang konon mirip Bigfoot, penampakannya disekitar Cagar Alam Vu Quang Vietnam, Laos dan Kalimantan. Pertama kali ditemukan oleh Penjelajah Prancis pada tahun 1947 dan diteliti oleh Dr John MacKinnon pada tahun 1970. Beberapa sumber mengatakan bahwa Batutut merupakan populasi Homo Erectus yang mampu bertahan hidup.



3. Dingiso

Dingiso (Dendrolagus mbaiso) Dikenal juga sebagai Bondegezou merupakan spesies Kangguru pohon dari endemik sekitar Papua Barat, Indonesia. Penampakan di kawasan Pegunungan Sudirman pada ketinggian 3250-4200 meter di atas permukaan laut. Pertama kali ditemukan pada tahun 1987, oleh Dr Tim Flannery dari Australia. film dokumenter tentang Dingiso pertama kali diputar pada tahun 2009 oleh BBC Pasifik selatan setelah melakukan pencarian selama 11 hari dan dibantu oleh masyarakat sekitar. Penelitian dan Klasifikasi Dingiso ini masih terus dilakukan.



4. Ebu Gogo

Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. "Orang kecil" tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering "berbisik" yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan.



5. Orang Pendek

Orang Pendek adalah nama yang paling umum diberikan untuk cryptid yang dilaporkan hidup di hutan-hutan pulau Sumatra. Binatang ini telah dilihat dan didokumentasikan selama 100 tahun oleh penghuni hutan, penduduk desa, kolonis Belanda, dan ilmuwan dan pengelana Barat. Konsensus antara saksi adalah binatang itu merupakan primata bergerak yang hidup di tanah dan ditutupi oleh bulu pendek dan memiliki tinggi sekitar 80 cm dan 150 cm.



6. Orang Bati

Orang Bati adalah hewan yang berada di legenda Pulau Seram. Hewan ini memiliki tubuh seperti manusia dan bersayap seperti kelelawar. Diceritakan bahwa ia tinggal di gunung Kairatu dan suka menculik anak kecil untuk disantap.



7. Orang Gadang

Orang Gadang merupakan hewan Cryptid berbentuk Primata Raksasa Misterius dari Sumatera. Dikenal juga dengan nama "Great Man" atau "Giant Mias". Beberapa sumber mengatakan Orang Gadang berdiri tegak memiliki ketinggian antara 7,5 sampai 12 kaki atau sekitar 2-4 meter.



8. Veo

Veo adalah hewan Cryptid asal pulau Rinca dan digambarkan oleh Carl Shuker dalam buku The Beasts That Hide from Man: Seeking the World's Last Undiscovered Animals mirip Teringgiling tapi ukurannya sebesar kuda.