Minggu, 01 Juli 2012

Kegiatan Mahasiswa Di Universitas Gunadarma

Organisasi mahasiswa (Ormawa) adalah organisasi yang melaksanakan kegiatan mahasiwa baik di dalam maupun di luar kampus. Ormawa yang ada di lingkungan Universitas Gunadarma adalah organisasi yang dibentuk dan diselenggarakan dengan tujuan:
  • Sebagai wadah pembinaan sikap dan kepribadian, serta menanamkan nilai luhur dalam diri mahasiswa
  • Sebagai wadah kokuriler dan ekstrakulikuler yang merupakan bagian terpadu, sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi
  • Kegiatan kokurikuler yang dimaksud adalah kegiatan mahasiswa berdasarkan pada penalaran keprofesian atau keilmuan yang sesuai dengan program studi, sedangkan ekstrakurikuler yang dimaksud adalah kegiatan mahasiswa berdasarkan bakat, minat dan penalaran.


Rincian Ormawa di lingkungan Universitas Gunadarma adalah sebagai berikut:
  1. Tingkat Universitas
  • Badan Legislatif Mahasiswa Universitas (BLMU)
  • Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), yang mewadahi beberapa unit kegiatan antara lain: Unit Olahraga permainan (sepak bola, hoki, basket, voli, dll), Unit Kegiatan Olahraga Bela Diri (tae kwondo, pencak silat, wushu, ju jitsu, dan capoeira), Unit Kegiatan Fotografi (SNAP dan TEMA)
  • Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), di antaranya: Pecinta Alam (MAPA Gunadarma), Paduan Suara (Swara Darmagita), Kerohanian (Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Hindu).
     2. Tingkat Fakultas dan Jurusan
  • Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas (BLMF)
  • Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF)
  • Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)

UEFA European Football Championship

Sejarah piala Eropa (euro) sebenarnya bermula dari ide Sekretaris Federasi Sepakbola Prancis (FFF) Henri Delaunay pada akhir dekade 1920-an. Kala itu, Delaunay melihat melihat ada kepincangan di antara dua kutub itu, di mana negara Amerika Latin terlalu kuat bagi Eropa. Uruguay meraih medali emas di Olimpiade 1924 dan 1928. Bahkan, Uruguay ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia I tahun 1930 sebagai penghormatan atas prestasinya.


Ide Delauney sebenarnya cukup sederhana. Delauney ingin memperbanyak frekuensi pertandingan antar negara-negara Eropa dengan menggelar kejuaraan antarnegara. Sayang, ide Delauney tidak digubris oleh UEFA (Persatuan sepak bolanya Eropa). UEFA malah menggelar kejuaraan antarklub Eropa yang kelak dikenal sebagai Piala Champions, Piala UEFA dan Piala Winners mulai 1954.

Hal inilah yang membuat Delauney kecewa, hingga jatuh sakit dan meninggal dunia pada November 1955. Meninggalnya salah satu sesepuh sepak bola Eropa ini sangat mengejutkan jajaran pengurus UEFA. Dalam kongres UEFA 1957, ide lawas Delauney itu akhirnya disetujui. Kongres juga memutuskan Prancis sebagai tuan rumah Piala Eropa yang pertama tahun 1960 sebagai bentuk penghormatan kepada Delauney. Pada ajang ini, Uni Soviet (kini Rusia) yang menjadi juara setelah mengandaskan Yugoslavia dengan skor 2-1 melalui perpanjangan waktu.

Sejak saat itu, setiap 4 tahun sekali UEFA menggelar perhelatan 'Piala Dunia Mini' ini. Perkembangan dari perhelatan akbar itu pun terus terjadi. Misalnya jumlah peserta Piala Eropa kedua yang berlangsung di Spanyol, 1964, membengkak dari 17 negara menjadi 29 negara. Pembengkakan ini antara lain ditandai masuknya Inggris dan Italia dalam kancah perhelatan akbar se-Eropa ini. Namun format putaran final sama seperti yang pertama, yaitu 4 tim yang lolos ke putaran final. Kali ini di final tuan rumah Spanyol menumbangkan juara bertahan Uni Soviet dengan skor 2-1.

Karena jumlah peserta semakin bertambah, maka format pertandingan pun diubah. Setiap peserta harus menjadi juara dan runner up grup terlebih dahulu untuk lolos ke putaran final. Format inilah yang menjadi format baku yang dianut setiap perhelatan piala Eropa.

Gambaran Perekonomian Di Indonesia

Perekonomian di Indonesia saat ini kurang baik karena tingkat kesejahteraan masyarakatnya dan pendapatan penduduk perkapitanya rendah. Hal ini menurut saya dikarenakan pembangunan di Indonesia yang tidak merata dan hanya dilakukan di kota-kota besar. Karena pembangunan tidak merata tersebut bisa berdampak ke sektor pendidikan, sehingga di daerah terpencil pun banyak anak-anak yang tidak dapat bersekolah karena tidak adanya tenaga pengajar atau tidak adanya fasilitas-fasilitas yang memadai.

Kemudian banyak juga sumber-sumber daya alam yang dikuasai oleh negara-negara asing. Hal ini sangat disayangkan karena seharusnya kitalah masyarakat Indonesia yang mengelolanya dan menikmati hasilnya, namun kenyataannya para pihak asing yang menikmatinya dan para pribumi yang bekerja untuk mengambilnya, jika ini terus terjadi maka kemungkinan anak cucu kita tidak dapat menikmati lagi kekayaan negri ini karena telah habis dinikmati oleh pihak asing. Dan ada beberapa bahan yang seharusnya bisa kita nikmati sendiri dari dalam negeri, namun kini kita harus menikmati bahan impor, karena bahan dari dalam negeri telah dikuasai pihak asing.

Kasus korupsi di negeri ini juga merugikan perekonomian negara. Terlebih lagi banyak proyek-proyek yang dikelola oleh negara disalahgunakan oleh para oknum tak bertanggung jawab untuk kesenangannya sendiri, dan karena ulah oknum tersebut membuat negara mengalami kerugian milyaran rupiah dan bahkan tak sedikit pula yang merugikan hingga triliunan rupiah.

Pengangguran juga merupakan faktor yang memperburuk perekonomian di Indonesia, yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun. Pengangguran ini terus bertambah karena minimnya pendidikan dan buruknya sistem pendidikan di Indonesia. Bagaimana tidak, karena di Indonesia banyak lulusan S1 dengan nilai yang baik namun tidak memiliki keahlian atau keuletan dalam bidang yang ditekuninya.

Dengan beberapa faktor yang memperburuk perekonomian di Indonesia, maka saya sebagai rakyat Indonesia berharap sistem pendidikan, sistem pembangunan, dan sistem pengelolaan sumber daya agar diperbaiki lagi agar negeri ini bisa lebih baik perekonomiannya di dunia.

UEFA Champions League Part 2

Khusus bagi tim yang pernah juara Liga Champions minimal 5 kali tidak berturut-turut atau 3 kali berturut-turut, di lengan baju kiri akan terdapat logo Liga Champions dan tertulis jumlah piala yang dikoleksi. Seperi Ajax misalnya, karena juara pada tahun 1971, 1972 dan 1973 di lengan baju kiri terdapat logo Liga Champions disertai dengan jumlah piala yang didapat.
Tim yang mengenakan logo Champion di lengan yaitu: Real Madrid (juara 9 kali), AC Milan (juara 7 kali), Liverpool (juara 5 kali), Bayer Muenchen (juara 74, 75 dan 76) dan Ajax (juara 71, 72, dan 73)
Dalam 19 musim terakhir, hanya ada satu tim yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions (saat itu format dan namanya masih Piala Champions) selama dua musim berturut-turut, yaitu AC Milan yang kala itu masih berpredikat The Dream Team. Namun, setelah diubah formatnya menjadi Liga Champion, belum ada satu timpun yang berhasil mempertahankan gelar juaranya. Milan dan Juventus adalah tim dalam 15 musim terakhir yang berhasil meraih final secara 3 kali berturut-turut. Milan (1993, 1994 (Juara), dan 1995) dan Juventus(1996(Juara), 1997, dan 1998).
Pada akhir musim 2004/05 terjadi masalah. Liverpool yang juara Liga Champions pada musim itu berhak lolos langsung ke babak penyisihan musim depan, namun Liverpool di liga domestik ada di peringkat lima. Everton yang merupakan peringkat 4 mengajukan protes, sehingga Liverpool dan Everton tetap ikut Liga Champions musim depan (Everton lewat kualifikasi) dan Inggris pun punya lima tim ke Liga Champions (terbanyak dalam satu negara).

Lagu Tema Liga Champions UEFA

Pada tahun 1992, UEFA meminta kepada Tony Britten untuk membuat sebuah lagu tema untuk Liga Champions UEFA yang akan dimulai pada bulan Agustus 1992, dan dia kemudian mengadaptasi lagu George Frideric Handel yang berjudul Zadok the Priest. Lagu tersebut kemudian dibawakan oleh Chorus of the Academy of St. Martin in the Fields, dengan iringan musik oleh Royal Philharmonic Orchestra. Lirik lagu ini menggunakan tiga bahasa resmi UEFA: Bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman. Chorus lagu ini dimainkan sebelum setiap pertandingan Liga Champions UEFA, dan juga sebelum dan sesudah setiap siaran pertandingan di televisi. Lagu tersebut berdurasi kurang lebih tiga menit, dengan dua bait pendek dan chorus. Versi lengkap dari lagu tema ini tidak bisa dibeli atau diunduh secara legal, karena memang tidak pernah dirilis secara komersial.

Kualifikasi

Kualifikasi untuk Liga Champions ditentukan oleh posisi tim-tim di liga domestik dan melalui sistem kuota; negara-negara yang mempunyai liga domestik yang lebih kuat diberikan lebih banyak tempat. Klub yang bermain di liga domestik yang lebih kuat juga mulai ikut pada babak yang lebih akhir. Misalnya, tiga liga terkuat, menurut peringkat UEFA, akan melihat juara dan runner-upnya langsung masuk ke babak fase grup, dan peringkat ketiga dan keempat masuk pada babak kualifikasi ketiga. Ada pengecualian pada peraturan ini; juara bertahan Liga Champions lolos secara otomatis ke babak grup tanpa tergantung posisi akhirnya di liga domestik. Dalam perputaran kompetisi liga Champion klub-klub bertarung sengit untuk menempati posisi teratas sehingga layak ikut serta kejuaraan ini.

UEFA Champions League

 
Liga Champions UEFA (UEFA Champions League) adalah kejuaraan antarklub sepak bola tahunan antara klub-klub sepak bola tersukses di Eropa, dan sering dianggap sebagai trofi tingkat klub yang paling prestisius di Eropa.

Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu majalah olah raga Perancis. Trofi berbentuk piala yang dijuluki "The Big Ears" (Telinga Besar),dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs' Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.

Format baru

Format dan namanya kemudian diganti pada musim 1992/93. Mulai saat itu, kejuaraan mempunyai tiga babak kualifikasi, satu babak kompetisi grup (tim-tim bermain dalam bentuk "tandang-kandang" seperti kompetisi reguler), dan kemudian empat babak final dengan sistem gugur. Semua babak kualifikasi dan pertandingan dengan sistem gugur dilangsungkan dengan dua leg, kecuali pertandingan final yang merupakan pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan oleh UEFA.

Pemegang gelar juara terbanyak

Real Madrid telah menjuarai kompetisi ini sembilan kali dan menjadi yang terbanyak di seluruh Eropa. Tim-tim yang paling sukses berikutnya adalah AC Milan (7 kali juara), Liverpool FC (5 kali juara), FC Bayern München, AFC Ajax dan FC Barcelona (4 kali juara), Manchester United dan Internazionale Milan (3 kali juara).

Gelar Yang Telah Diraih Inter Milan

  • small shield with the italian flag Serie A (18) 1909/10, 1919/20, 1929/30, 1937/38, 1939/40, 1952/53, 1953/54, 1962/63, 1964/65 1965/66, 1970/71, 1979/80, 1988/89, 2005/06, 2006/07, 2007/08, 2008/09, 2009/10
  • Badge of the Coppa Italia Copa Italia (7) 1938/39, 1977/78, 1981/82, 2004/05, 2005/06, 2009/10, 2010/2011
  • Supercoppaitaliana.png Piala Super Italia (5) 1989, 2005, 2006, 2008, 2010
  • Coppacampioni.png Piala/Liga Champions (3) 1963-64, 1964-65, 2009-10
  • Piala UEFA/Liga Europa (3) 1990/91, 1993/94, 1997/98
  • FIFA Club World Cup Piala Interkontinental / FIFA CWC (3) 1964, 1965, 2010
  • TIM Trophy (7) 2002 2003 2004 2005 2007 2010 2011
  • Copa Presidente De La Republica (1) 1982
  • Copa Santiago Bernabeu (2) 1993 2001
  •  Copa Franz Beckenbauer (1) 2008
  • Coppa Dell'Amicizia Italo-Francese (1) 1959
  • Coppa Sky (Pisa)(1) 2004
  • Coppa Sky (1) 2009
  • Coppa Sud Tirol (2) 2003 2005
  • Memorial Giorgio Ghezzi (1) 1992
  • Memorial Luigi Campedelli (1) 1993
  • Mohamed V Trophy (1) 1962
  • Ahmed Dahlan Trophy (5) 1939 1940 1941 1942 1943
  • Pirelli Cup (11) 1996 1997 2000 2001 2002 2003 2006 2007 2008 2009 2010
  • Torneo Natale Milano (1) 1934
  • Torneo Milano (1) 1993
  • Trofeo Valle D'Aosta (1) 1998
  • Trofeo Birra Moretti (3) 2001 2002 2007
  • Trofeo Ciudad De Vigo (1) 1996
  • Trofeo Ciudad de Palma (1) 2006
  • Trofeo Vincenzo Spagnolo (1) 1998
  • Triangolare Bolzano (1) 2005

Final

  • Piala/Liga Champions 2 1966/67, 1971/72
  • Piala UEFA 1 1996/97
  • Piala Eropa Tengah (Central Europe Cup) atau (Piala Mitropa) 1 1933
(Dahulu Piala Mitropa mempunyai kedudukan yang sama dengan Piala/Liga Champions pada masa sekarang)
  • Piala Italia 5 1958/59 1964/65 1976/77 1999/00 2006/07

Rekor Yang Dimiliki Inter Milan


Inter Milan menjadi satu-satunya klub di Seri A yang belum pernah turun ke Seri B, setelah klub Juventus harus turun ke Seri B pada musim 2006/2007 terkait dengan kasus Calciopoli atau pengaturan skor pertandingan.

Pada musim 2009-10 Inter menyamai rekor Juventus dan Torino dengan memenangi gelar Juara Seri A selama 5 Musim secara beruntun.

Pada 2009-10, Inter Milan menjadi satu-satunya tim dari Italia yang meraih treble winner setelah memenangi tiga gelar sekaligus, yaitu: Seri-A, Coppa Italia dan Liga Champions disusul Quintuple dengan memenangi lagi Piala super italia dan Piala dunia antarklub FIFA pada 2010.
Menurut data-data dan statistik, Inter duduk di posisi ke-8 sebagai tim paling sukses di dunia.